Mahasiswa Magister Manajemen dan Kewirausahaan UNIMMA Dalami Leadership and Business Ethics di Era Industri 5.0
21 September 2025

Tata Usaha FEB UNIMMA

Kamis, 18 September 2025 – Program Studi Magister Manajemen dan Kewirausahaan (MMKwu) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan perkuliahan Leadership and Business Ethics bersama Prof. Yun Arifatul Fatimah, Ph.D.. yang membahas mengenai kepemimpinan beretika dalam menghadapi dinamika bisnis modern.

Dalam pemaparannya, Prof. Yun menekankan bahwa leadership and business ethics menjadi sangat relevan di era Industri 5.0, di mana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Internet of Things (IoT) mendorong perubahan besar dalam dunia usaha. Tuntutan pengambilan Keputusan yang cepat dan mempertimbangkan aspek moral, keberlanjutan, dan dampaok sosial menjadi hal perlu diperhatikan dalam bisnis saat ini.

“Pemimpin bisnis yang baik tidak hanya mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat, tetapi juga menjaga integritas, keberlanjutan, kepatuhan terhadap regulasi, serta reputasi perusahaan,” jelas Prof. Yun.

Prof. Yun juga menekankan empat area penting yang menjadi pilar etika bisnis modern:

  1. Integritas – pemimpin harus konsisten, tidak mudah terpengaruh, dan berpegang pada data serta prinsip yang benar.
  2. Sustainability – aktivitas bisnis harus memenuhi kebutuhan generasi kini tanpa mengorbankan generasi mendatang, dengan memperhatikan isu lingkungan seperti polusi, emisi, dan limbah.
  3. Compliance – kepatuhan pada regulasi lokal, nasional, maupun internasional sebagai wujud tanggung jawab bisnis.
  4. Reputation – menjaga nama baik perusahaan yang kini menjadi aset berharga di era digital.

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa diajak mendiskusikan case study berupa dilema etis dalam 90 detik. Apa yang harus dilakukan oleh seorang manajer operasional, memutuskan apakah menerima tawaran supplier dengan harga lebih rendah, meski diketahui supplier tersebut membuang limbah ke Sungai atau menolak, tetapi berimbas pada margin perusahaan menurun. Melalui diskusi 90 detik, mahasiswa diajak berpikir kritis, mempertimbangkan keuntungan jangka pendek sekaligus konsekuensi jangka panjang terhadap lingkungan, reputasi perusahaan, dan keberlanjutan bisnis.

Menurut Prof. Yun, pembelajaran Leadership and Business Ethics sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa Magister saja, namun idealnya juga diberikan sejak jenjang Sarjana. “Perubahan teknologi yang cepat menuntut adanya kompas moral dan karakter yang kuat. Tanpa itu, efisiensi dan keuntungan bisa mengorbankan sisi humanis dan keberlanjutan,” tegasnya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa MMKwu UNIMMA mampu menjadi pemimpin yang visioner, berintegritas, serta mampu menyeimbangkan antara kepentingan bisnis, etika, dan keberlanjutan.

Kita tunggu bahasan materi-materi selanjutnya pada perkuliahan Leadership and Business Ethics di Magister Manajemen dan Kewirausahaan, FEB, UNIMMA.