S2 Manajemen dan Kewirausahaan

Visi Program Studi

      Visi Program Studi Magister Manajemen dan Kewirausahaan (MMKwu) UNIMMA adalah “Menjadi program studi unggul dalam mencetak profesional bisnis yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Islam, berperan aktif dalam transformasi digital, social, dan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat nasional dan global”.  Penjabaran visi tersebut adalah sebagai berikut:

Visi Program Studi Magister Manajemen dan Kewirausahaan UNIMMA mencerminkan arah strategis dan cita-cita luhur untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Makna “program studi unggul” mengandung harapan agar Magister Manajemen dan Kewirausahaan menjadi rujukan dalam pendidikan manajemen dan kewirausahaan berbasis Islam, dengan standar kualitas yang diakui di tingkat nasional dan global. Keunggulan ini diwujudkan melalui mutu kurikulum berbasis OBE, riset terapan, kerja sama strategis, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Makna “mencetak profesional bisnis yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Islam” menekankan bahwa lulusan diharapkan memiliki kompetensi manajerial dan kewirausahaan yang mumpuni, disertai sikap amanah, adil, dan tanggung jawab sosial sesuai prinsip Islam. Sementara itu, “berperan aktif dalam transformasi digital, sosial dan ekonomi yang berkelanjutan” menggambarkan komitmen program studi dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menjadi agen perubahan, mendorong inovasi, responsive terhadap teknologi, dan berkontribusi pada pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Kata “tingkat nasional dan global” menandakan orientasi Magister Manajemen dan Kewirausahaan untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing, berkolaborasi, dan memberikan dampak positif dalam konteks nasional maupun internasional.

Misi Program Studi

  1. Menyelenggarakan pendidikan magister yang menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa leadership dalam bidang manajemen dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.
  2. Mengembangkan penelitian terapan yang inovatif dan berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen, kewirausahaan, dan bisnis Islami.
  3. Menyelenggarakan pendidikan yang bermanfaat dalam memberdayakan komunitas bisnis berbasis pada teknologi, keadilan sosial dan ekonomi berkelanjutan.
  4. Membangun jejaring dan kolaborasi strategis dengan pemangku kepentingan lokal, nasional, dan global dalam penguatan ekosistem kewirausahaan Islami.

 

Tujuan Program Studi

Program Studi Magister Manajemen dan Kewirausahaan UNIMMA akan mengembangkan diri sebagai pusat pendidikan magister manajemen dan kewirausahaan Islami yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata di tingkat nasional dan global. Fokus pengembangannya mencakup penguatan kualitas lulusan, riset terapan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan jejaring ekosistem kewirausahaan Islami.

Penyusunan Kurikulum Prodi Magister Manajemen dan Kewirausahaan (MMKwu) menggunakan pendekatan OBE (Outcome Base Education). Proses pembelajaran OBE (Outcome Base Education) diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja yang diharapkan oleh DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dan juga sebagai inisiator bisnis baru. Kurikulum ini dirancang dan dikembangkan dengan fokus utama pada capaian hasil belajar (outcomes) mahasiswa di akhir proses pendidikan. Dalam OBE, seluruh proses pembelajaran (mulai dari perumusan tujuan, desain mata kuliah, metode pengajaran, hingga evaluasi) diarahkan untuk memastikan mahasiswa memiliki kompetensi sesuai dengan profil lulusan yang telah ditetapkan.

 

Gambar 3.Tahapan Penyusunan Dokumen Kurikulum (Sumber: Pedoman Penyusunan KPT MBKM 2024)

 

            Kurikulum OBE ini bukan sekedar melihat pada proses, tetapi focus pada ketercapaian outcome dan perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi capaian pembelajaran. Dalam kurikulum OBE ini, dosen berperan sebagai fasilitator guna tercapainya outcome.

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara teori adalah pernyataan yang menggambarkan kemampuan akhir yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan pada suatu program studi, mencakup integrasi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, dan perilaku yang dapat diukur dan dibuktikan. CPL dirumuskan berorientasi pada mahasiswa (student-centered) dan berfokus pada hasil (outcome-focused), agar dapat menjadi dasar perancangan kurikulum, pembelajaran, asesmen, dan penjaminan mutu. Dalam pendekatan Outcome-Based Education (OBE), CPL harus mencerminkan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pemangku kepentingan, relevan dengan profil lulusan yang diharapkan, serta menjadi entry-level competence yang diperlukan untuk memasuki dunia profesional.

Dalam kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP) menjadi komponen yang sangat penting. CP dapat dipandang sebagai resultan dari hasil Keseluruhan proses belajar yang telah ditempuh oleh seorang pembelajar/ mahasiswa selama menempuh studi pada satu program studi. Secara umum CP melakukan beragam fungsi, di antaranya: 1) Sebagai penciri, deskripsi, atau spesifikasi dari Program Studi, 2) Sebagai ukuran, rujukan, pembanding pencapaian jenjang pembelajaran dan pendidikan, 3) Kelengkapan utama deskripsi dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan 4) Sebagai komponen penyusun kurikulum dan pembelajaran. Adapun unsur-unsur Capaian Pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Sikap dan Tata Nilai

Merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan sosial dan spiritual melalui proses pembelajaran, pengamalan kerja mahasiswa, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. CP Sikap dan Tata Nilai ini telah ditetapkan dalam SN-Dikti, dan ditambahkan dengan sikap khusus yang sesuai dengan ciri perguruan tinggi.

  1. Keterampilan Umum

Merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi. CP Keterampilan Umum ini telah dirumuskan oleh SN-Dikti, dan mengakomodasi nilai-nilai universitas.

  1. Keterampilan Khusus

Merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi. CP Keterampilan Khusus disusun oleh program studi berdasarkan keputusan asosiasi program studi dan visi keilmuan program studi, yang mana perumusannya disesuaikan pula dengan level KKNI program sarjana, yakni mampu mengaplikasikan, mengkaji, membuat desain, memanfaatkan Ipteks, dan menyelesaikan masalah.

  1. Pengetahuan

Merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/ atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/ atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. CP Pengetahuan disusun oleh program studi berdasarkan keputusan asosiasi program studi dan visi keilmuan program studi, yang mana keluasan dan kedalamannya disetarakan dengan standar isi pembelajaran dalam SN-Dikti. Gambaran unsur CPL dalam SN-Dikti disajikan dalam Gambar 4.

 

Gambar 2. Unsur CPL (Standar Kompetensi Lulusan) dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi